Kata Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala
nikmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Terimakasih
kepada dosen pembimbing kami Drs.H.Endang yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu mata kuliah Landasan
Pendidikan Islam. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Kritik
dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami
berikutnya.
Cirebon,
September 2014
Penulis
Daftar Isi
Kata
Pengantar............................................................................................................. 1
Bab I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang................................................................................................. 3
B.
Rumusan
Masalah........................................................................................... 4
C.
Tujuan.............................................................................................................. 4
Bab II Pembahasan
A.
Definisi Landasan Pendidikan
Islam................................................................. 5
B.
Ruang Lingkup, Dasar dan Tujuan
Landasan Pendidikan Islam........................ 10
C.
Pendidikan Islam berdasarkan
Pendekatan Ilmiah........................................... 17
D.
Pendidikan Islam berdasarkan
Pendekatan Sistem........................................... 18
Kesimpulan..................................................................................................................... 21
Daftar
Pustaka................................................................................................................ 22
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangkan aspek kehidupan
manusia. Dengan kata lain pendidikan tidak hanya berlangsung didalam kelas atau
sekolah saja melainkan juga dilingkungan keluarga dan lingkungan sekitar yang
akan mempengaruhi karakter masa depan.
Oleh karena itu pendidikan umum saja tidak cukup untuk mengembangkan
akhlak dan kepribadian seseorang dengan baik, sebagai penunjangnya pendidikan
Islam sangat diperlukan agar seimbang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi
pada era sekarang.
Sumber
atau dasar pendidikan Islam merupakan landasan pokok agar pendidikan Islam
tegak berdiri tidak mudah roboh karena pengaruh-pengaruh ideologi yang muncul
baik sekarang maupun yang akan datang. Seperti halnya bangunan, dasar itu
sendiri sebagai fondamen yang tegak dan kokoh.
Agama
Islam adalah agama universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai
berbagai aspek kehidupan, dengan sumbernya yaitu Al-Qur’an , Hadist, dan
Ijtihad. Sumber-simber inni dalam pribadi manusia bertujuan untuk kesejahteraan
hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak. Serta menguatkan iman dan
takwa manusia.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan Landasan Pendidikan Islam?
2.
Apa
sajakah dasar dan tujuan pendidikan Islam?
3.
Apa
sajakah ruang lingkup pendidikan Islam?
4.
Bagaimana
hubungan pendidikan Islamberdasarkan pendekatan ilmiah?
5.
Bagaimana
hubungan pendidikan Islam berdasarkan pendekatan sistem?
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Mengetahui
definisi tentang Landasan Pendidikan Islam
2.
Mengetahui
dasar dan tujuan pendidikan Islam
3.
Mengetahui
ruang lingkup pendidikan Islam
4.
Mengetahui
hubungan pendidikan Islam berdasarkan pendekatan sistem dan ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Landasan Pendidikan Islam
Istilah pendidikan dalam bahasa Inggris adalah education, berasal dari kata to
educate yang berarti mengasuh atau mendidik. Makna education adalah kumpulan semua proses yang memungkinkan seseorang
mengembangkan kemampuan, sikap dan tingkah laku yang bernilai positif di
masyarakat. Sedangkan dalam Islam, proses pendidikan merupakan perjalanan yang
tak pernah henti sepanjang hidup manusia dan merupakan hal yang sangat
signifikan dalam kehidupan manusia, Pendidikan merupakan
kata majemuk yang terdiri dari kata “pendidikan” dan “agama”. Dalam kamus umum
Bahasa Indonesia, Pendidikan berasal dari kata didik yang berarti “proses
pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
latihan [1] .
Sedangkan kata mendidik itu sendiri adalah memelihara dan memberi latihan
(ajaran) mengenai akhlak dan kecerdasan fikiran. Dari pendapat diatas
pendidikan ialah “Bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa
kepada anak-anak dalam pertumbuhannya baik jasmani maupuun rohani agar berguna
bagi diri sendiri dan masyarakatnya)”. Sementara itu, pengertian Agama dalam
kamus besar Bahasa Indonesia yaitu : “kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran
kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu).Tentunya dalam perjalanan itu kita membutuhkan suatu landasan dalam
pendidikan Islam. Landasan Pendidikan Islam ialah dasar untuk membentuk pribadi
seseorang agar bertakwa kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya, menghormati dan menyayangi orang tua dan sesamanya
serta mencintai tanah air sebagai karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT. Pengertian
pendidikan Agama Islam sebagaimana yang diungkapkan Sahilun A. Nasir, yaitu “Pendidikan
Agama Islam adalah suatu usaha yang sistematis dalam membimbing anak didik yang
beragama Islam dengan cara sedemikian rupa, sehingga ajaran Ajaran Islam itu
benar-benar dipahami, diyakini kebenarannya, dan diamalkan menjadi pedoman.
Pendidikan Islam
yang dikembangkan di Indonesia sendiri berpatok pada beberapa landasan,yaitu :
·
Landasan
Filosofis
Landasan
filosofis pendidikan Islam adalah asumsi filsafat yang menjadi titik tolak
dalam pendidikan Islam. Landasan filosofis berkenaan dengan tujuan filosofis
praktik pendidikan sebagai sebuah ilmu. Oleh karena itu, kajian yang dapat
dilakukan untuk memahami landasan filosofis pendidikan adalah menggunakan
pendekatan filsafat ilmu yang meliputi tiga bidang kajian yaitu ontologi,
epistimologi, dan aksiologi. Landasan filosofis pendidikan Islam memberikan
rambi-rambu yang seharusnya dilaksanakan dalam pendidikan Islam. Filosofis
pendidikan Islam merupakan kerangka landasan yang sangat fundamental bagi
sistem pendidikan dan para pendidik. Ilmu pendidikan Islam hakikatnya bersumber
dari filosofi tentang Tuhan dan hal tersebut dapat melatih perasaan para siswa
dengan berbagai cara sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan dan
pendekatan terhadap seala jenis pendidikan, mereka dipengaruhi oleh nilai
spiritural dan sadar akan nilai etisreligiusitasnya. Menurut Abdurrahman an-Nahlawi, “Pendidikan
mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia yang berpedoman pada
tuntunan Allah”.
·
Landasan
Yuridis
Landasan yuridis adalahseperangkat konsep
peraturan perundang-undangan yang menjadi titik tolak system pendidikan. Pendidikan
harus dilandasi dengan dasar yuridis untuk sanksi. Dalam UUD ’45 pasal 31 ayat
5 dijelaskan bahwa “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Ada beberapa jenis landasan yuridis,
yaitu, landasan yuridis pelaksanaan pendidikan global, landasan yuridis
pelaksanaan pendidikan nasional, landasan yuridis pelaksanaan pendidikan daerah
dan landasan yuridis pelaksanaan pendidikan lokal.
·
Landasan
Sosiologis-Budaya
Sosiologi
pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola interaksi
sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari dalam
sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:
1.
Hubungan
sistem pendidikan dengan aspek yang masyarakat lain
2.
Hubungan
kemanusiaan disekolah
3.
Pengaruh
sekolah pada prilaku anggotanya
4.
Sekolah
dalam komunitas
Kajian
sosiologi tentang pendidikan pada prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan,
baik pendidikan sekolah maupun pendidikan di luar sekolah.
Kebudayaan dan
pendidikan mempunyai hubungan timbal
balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan atau dikembangkan dengan dalam
meariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan,
baik formal maupun informal. Bentuk dan ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan
itu ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tempat proses pendidikan itu
berlangsung.
·
Landasan
Psikologis
Pendidikan
selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landaasan psikologis
merupakan salah satu landasan yang penting dalam pendidikan. Pada umunya,
landasan psikologis pendidikan tertuju pada pemahaman manusia, khususnya proses
perkembangan dan proses belajar.
·
Landasan
Ilmiah
Ilmu
pengetahuan dan teknologi mempunyai ikatan yang sangat erat. Setiap
perkembangan iptek harus segera diakomodasi oleh pendidikan, yaitu dengan
segera memasukan perkembangan iptek itu ke dalam isi bahan ajaran. Kemampuan
dan sikap ilmiah sedini mungkin harus dikembangkan dalam diri peserta didik.
Pembentukan keterampilan dan sikap ilmiah sedini mungkin tersebut secara
serentak akan meletakan dasar terbentuknya masyarakat yang sadar akan iptek dan
calon-calon pakar iptek di kemudian hari.
·
Landasan
Perencanaan Pendidikan
Perencanaan
pendidikan pada tingkat nasional mencakup usaha pendidikan untuk mencerdaskan
atau membangun bangsa, termasuk seluruh jenjang, jenis dan isinya. Secara lebih
luas perencanaan pendidikan meliputi hal-hal berikut:
1.
Perencanaan
pendidikan adaptif
2.
Perencanaan
pendidikan kontingensi
3.
Perencanaan
pendidikan kompulsif
4.
Perencanaan
pendidikan manipulatif
5.
Perencanaan
pendidikan indikatif
6.
Perencanaan
pendidikan bertahap (incremental)
7.
Perencanaan
pendidikan otonomi
8.
Perencanaan
pendidikan amelioratif
9.
Perencanaan
pendidikan normatif
10.
Perencanaan
pendidikan fungsional
11.
Pemrograman
pendidikan
·
Landasan
Kurikulum Pendidikan
Kurikulum
secara garis besarnya dapat diartikan dengan seperangkat matteri pendidikan dan
pengarjaran yang diberikan kepada murid sesuai dengan tujuan pendidikan yang
akan dicapai. Dalam dunia pendidikan, istilah kurikulum telah dikenal sejak
kurang lebih satu abad yang lampau dalam kamus Webster pada tahun 1856.
Kemudian, istilah kurikulum berkembang dan dirumuskan dalam berbagai arti.
Kurikulum meliputi seperangkat kegiatan pembelajaran, filosofi tujuan seluruh
mata pelajaran, serta pengalaman yang digali dari aktifitas di dalam kelas,
aktifitas di luar kelas maupun aktifitas dalam kehidupan masyarakat. Kurikulum
mempunyai kedudukan sentral dalam melaksanakan proses pendidikan. Kurikulum
mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan demi tercapainya tujuan
pendidikan. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas,
tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru dalam menjabarkannya.
Definisi
kurikulum modern ada dua, yaitu :
1.
kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olahraga
dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-muridnya di dalam dan di
luar sekolah dengan maksud menolongnya berkembang secara menyeluruh dalam
segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan
2.
kurikulum adalah sejumlah kekuatan, faktor-faktor pada lingkuungan pengajaran
dan pendidikan yang disediakan oleh sekolah bagi-bagi murid-muridnya di ddalam
dan di luar sekolah, dan sejumlah pengalaman yang lahir daripada interaksi dengan kekuatan-kekuatan dan
faktor-faktor itu[2].
Adapun
empat aspek utama yang menjadi cirinya adalah sebagai berikut :
1.
tujuan pendidikan yang akan dicapai kurikulum itu
2.pengetahuan
(knowladge), ilmu-ilmu, data, aktivitas-aktivitas dan
pengalaman-pengalaman yang menjadi sumber terbentuknya kurikulum itu.
3.
metode-metode dan cara-cara mengajar dan bimbingan yang diikuti oleh
murid-murid untuk mendorong mereka kearah yang dikehendaki oleh tujuan yang
dirancang
4.
metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur hasil proses pendidikan
yang dirancang dalam kurikulum.
Tujuan
pendidikan yang dicapai oleh kurikulum dalam pendidikan Islam, adalah sama
dengan tujuan pendidikan Islam itu sendiri yaitu membentuk akhlak yang mulia,
dalam kaitannya dengan hakikat penciptaan manusia.
·
Landasan
Supervisi Pendidikan
Supervisi
adalah usaha petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas pendidikan
lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk mengembangkan pertumbuhan
guru-guru, menyelesaikan dan merevisi tujuan pendidikan, bahan-bahan dan metode
mengajar serta penilaian pengajaran.
·
Landasan
Strategi Pembelajaran
Strategi
adalah susunan, pendekatan atau kaidahkaidah untuk mencapai tujuan dengan
menggunakan tenaga, waktu dan kemudahan secara optimal. Strategi pembelajaran
terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan
untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan yang akan dicapai. Strategi
pembelajaran terdiri atas metode atau teknik pengajaran.[3]
B.
Ruang Lingkup, Dasar dan Tujuan Landasan Pendidikan Islam
a)
Ruang
Lingkup Pendidikan Islam
Pendidikan Islam sebagai ilmu, yang
mempunyai ruang lingkup sangat luas disebabkan karena didalamnya banyak
mengandung aspek yang ikut terlibat, baik langsung ataupun secara yang tidak
langsung. Menurut pendapat Muzayyin Arifin ruang filsafat lingkup pendidikan
Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti
masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode dan lingkungan.
Bagaimanakah semua masalah tersebut disusun, tentu saja harus ada pemikiranyang
melatarbelakangi. Pemikiran yang melatarbelakanginya disebut filsafat
pendidikan Islam. Karena itu dalam konsep pendidikan Islam kita harus mampu
mengkaji atau memahami konsep tujuan pendidikan, konsep guru yang baik, konsep
kurikulum dan seterusnya[4].
Adapun beberapa ruang lingkup pendidikan Islam
adalah sebagai berikut :
1. Pendidik dan Perbuatan Mendidik
Yang dimaksud perbuatan mendidik
ialah seluruh kegiatan, tindakan, dan sikap pendidik sewaktu menghadapi anak
didiknya. Para pendidik adalah guru dan siapa saja dapat memfungsikan dirinya
untuk mendidik baik secara formal ataupun non formal. Para pendidik adalah
subjek yang melaksanakan pendidikan Islam. Pendidik mempunyai peran penting
untuk berlangsungnya pendidikan. Baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar
terhadap hasil pendidikan Islam. Pendidik disebut juga dengan mu’allim, mithazib, ustadz, kyai dsb.[5]
Nabi
Muhammad Saw sebagai pendidik pertama , pada masa awal pertumbuhan Islam telah
menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pendidikan Islam disamping Sunnah beliau
sendiri[6].
Perbuatan
mendidik adalah seluruh kegiatan, tindakan, atau perbuatan dan sikap yang
dilakukan oleh pendidik saat mengasuh anak didik. Dengan istilah lain, yaitu
sikap atau tindakan menuntun, membimbing atau memberikan ertolongan dari
seorang pendidik kepada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan. Perbuatan
mendidik disebut dengan nama tahzib.
Pendidik
dalam Islam harus memiliki 3 kompetensi dasar, yaitu:
-
Kompetensi
personal religius:
-
Kompetensi
sosial religius
-
Kompetensi
profesional religius
Pendidik
juga merupakan profil manusia yang seiap hari didengar perkataannya, dilihat
dan ditiru perilakunya oleh murid-muridnya. Oleh karena itu, pendidik harus
memiliki syarat seperti:
-
Beriman kepada Allah
dan beramal shaleh
-
Menjalankan ibadah
dengan taat
-
Memiliki sikap
pengabdian yang tinggi kepada dunia pendidikan
-
Ikhlas dalam
menjalankan tugas pendidikan
-
Menguasai ilmu yang
diajarkan
-
Profesional dalam
menjalankan tugasnya
-
Tegas dan beribawa
dalam menghadapi masalah yang dialami murid-muridnya.
2.
Anak Didik
Anak didik merupakan unsur terpenting dan objek para pendidik
dalam melakukan hal yang bersifat mendidik. Hal ini disebabkan karena semua
upaya yang dilakukan ialah demi menggiring anak didik ke arah yang lebih sempurna.
Anak didik atau siswa dalam pendidikan adalah anak yang sedang tumbuh dan
berkembang, baik secara fisik maupun psikis. Anak atau subjek didik adalah
orang yang belum dewasa dan sedang dalam masa perkembangan menuju kedewasaan.
Kedudukan peserta didik dapat dilihat dari perspektif berikut:
a) Perspektif psikologis
Menurut
pandangan ini, manusia didik adalah makhluk yang sedang dalam proses
perkembangan dan tumbuh menurut potensi masing-masing. Agar berkembang secara
optimal, manusia membutuhkan arahan dan bimbingan. Secara psikologis, peserta didik
yang berada dalam masa perkembangan harus mengalami perubahan secara kualitatif
dan kuantitatif. Contoh perubahan kualitatif seperti bertambah matang, dewasa,
dsb. Contoh perubahan kuantitatif seperti ia mengalami tumbuh dimulai dari
tinggi badan, berat badan, dan segala yang berhubungan dengan fisik.www.landasanpendidikanislam-bdl.blogspot.com
b)
Perspektif
pedagogis
Manusia
dengan segala potensinya dpat dididik kearah yang diciptakan dan setaraf dengan
kemampuan yang dimilikinya. Untuk bisa hidup dalam lingkungannya, setiap anak
memerlukan bantuan dan penyesuaian diri yang awalnya diajarkan dengan bantuan
orang tua (keluarga).
c)
Perspektif
religius
Menurut
pandangan ini, peserta didik adalah manusia yang tergolong sebagai makhluk
berketuhanan yang mempnyai potensi untuk mengembangkan dirinya menjadi manusia
yang bertakwa, taat dan tunduk kepada Allah SWT.
d)
Perspektif
historis
Menurut
pandangan ini, peserta didik diartikan sebagai makhluk belajar yang memiliki
kemampuan menangkap makna peristiwa sejarah sebagai fenomena kebudayaan manusia
sepanjang zaman.[7]
3.
Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
Fungsi
dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai dan sekaligus
sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu[8].
Dasar ideal pendidikan islam adalah identik dengan ajaran Islam itu sendiri.
Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Kemudian
dasar tadi dikembangkan dalam pemahaman para ulama dalam bentuk:
1. Al-Qur’an
Al-Qur’an
adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat
Jibril sebagai pedoman hidup manusia bagi yang membacanya merupakan suatu
ibadah dan mendapat pahala [9].
Sebagian
ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dengan nama Al-Qur’an di antara
kitab-kitab Allah itu karena kitab ini mencakup inti dari kitab-kitab Nya.[10]
Hal ini diisyaratkan dalam firman-Nya QS.An-Nahl ayat 89:
وَيَوْمَ
نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ
شَهِيدًا عَلَى هَؤُلاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ
شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِين
“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan
pada tiap-tiap umat seorang saksi (rasul) atas (perbuatan) mereka, dari
(kalangan) mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi
atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an)
untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat, bagi orang-orang
yang berserah diri."
Nabi
Muhammad Saw sebagai pendidik pertama , pada masa awal pertumbuhan Islam telah
menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pendidikan Islam disamping Sunnah beliau
sendiri[11].
Kedudukan
Islam sebagai sumber pokok pendidikan Islam dapat dipahami dari ayat Al-Qur’an
itu sendiri dalam firman Allah :
وَمَا
أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا
فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan
Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an melainkan agar kamu dapat menjelaskan
kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
beriman” (QS An-Nahl:64)
Al-Qur’an
merupakan firman Allah yang telah diwahyukan
kepada Nabi Muhammad Saw untuk disampaikan kepada umat manusia.
Al-Qur’an merupakan petunjuk yang lengkap dan juga merupakan pedoman bagi
kehidupan manusia yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang bersifat
universal. Al-Qur’an merupakan sumber pendidikan yang lengkap berupa pendidikan
sosial,akidah,akhlak,ibadah, dan muamalah. Sebagaimana yang diungkapkan oleh
Azyumardi Azrah bahwa Al-Qur’an mempunyai kedudukan yang paling depan dalam
pengambilan sumber-sumber pendidikan lainya. Segala kegiatan dan proses
pendidikan harus berorientasi kepada prinsip nilai-nilai Al-Qur’an[12]
2. Sunnah (Hadis)
Dasar yang kedua selain Al-Qur’an
adalah Sunnah Rasulullah . Amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw dalam
proses perubahan hidup sehari-hari menjadi faktor utama pendidikan Islam karena
Allah Swt menjadikan Muhammad sebagai nteladan bagi umatnya
Firman Allah Swt:
Sesungguhnya telah ada
pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik. (QS Al-Ahzab:21)
Sunnah ialah perkataan perbuatan ataupun
pengakuan Rasulullah dimaksud dengan pengakuan itu ialah kejadian atau
perbuatan yang diketahui Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian atau
perbuatan itu berjalan. Sunnah merupakan sumber ajaran kedua setelah Al-Qur’an.
Sunnah juga berisi aqidan dan syari’an serta petunjuk untuk kemasalahatan
menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang bertaqwa untuk itu Rasulullah
menjadi guru dan pendidik utama bagi seluruh umat.
4.
Materi Pendidikan
Materi pendidikan Islam
yaitu bahan atau pengalaman-pengalaman belajar yang disusun sedemikian rupa
untuk disajikan kepada anak didik. Dalam pendidikan Islam materi pendidikan
Islam sering disebut dengan Maddatul Tarbiyah.
5.
Metode Pendidikan
Metode
yaitu cara yang dilakukan oleh pendidik dalam penyampaian materinya. Metode
tersebut mencakup cara pengelolaan, penyajian materi pendidikan agar materi
tersebut dengan mudah diterima oleh anak didik.
6.
Alat Pendidikan
Alat-alat
dan media pendidikan merupakan fasilitas yang digunakan untuk mendukung terlaksananya
pendidikan.
7.
Evaluasi Pendidikan
Evaluasi
pendidikan adalah cara-cara mengadakan evaluasi (penilaian) terhadap hasil
belajar anak didik. Evaluasi ini diadakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat
keberhasilan belajar selama proses pembelajaran.
8.
Lingkungan Pendidikan
Yang
dimaksud dengan lingkungan pendidikan Islam disini ialah keadaan-keadaan yang
ikut berpengaruh dalam pelaksaan serta hasil pendidikan Islam. Lingkungan
pendidikan sangat besar pengaruhnya
dalam membentuk kepribadian anak didik, olehnya itu hendaklah diupayakan agar
lingkungan belajar senantiasa tercipta sehingga mendorong anak didik untuk
lebih giat belajar.[13]
b)
Dasar
Pendidikan Islam
Dasar pendidikan Islam identik dengan dasar ajaran Islam itu
sendiri. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu Al-Qur’an dan Hadist.
Kemudian dasar tadi dikembangkan dalam pemahaman para ulama dalam bentuk qiyas
syar’i , ijma’ yang diakui, ijtihad dan tafsir yang benar dalam bentuk hasil pemikiran yang menyeluruh
dan terpadu tentang jagat raya, manusia, masyarakat dan bangsa, pengetahuan
kemanusiaan dan akhlak, dengan merujuk
kepada kedua sumber asal (Al-Qur’an dan Hadits) sebagai sumber utama[14]
Menjadikan al Qur’an dan Hadits sebagai dasar pemikiran dalam
membina sistem pendidikan, bukan hanya dipandang sebagai kebenaran yang
didasarkan kepada keyakinan semata. Dengan demikian wajar jika kebenaran itu
kita kembalikan pada pembuktian akan kebenaran pernyataan Firman Allah:
ذَٰلِكَ
الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi
mereka yang taqwa (QS Al-Baqarah:2).
c)
Tujuan
pendidikan Islam
Sejalan dengan tujuan misi Islam itu sendiri, tujuan pendidikan
Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai akhlak, hingga mencapai tingkat akhlak
al-karimah[15].
Dan tujuan tersebut itu sama dan sebangun dengan target yang terkandung
dalam tugas kenabian yang diemban oleh Rasulallah SAW. Terungkap dalam ungkapan
pernyataan Beliau : “sesungguhnya aku diutus adalah untuk membimbing manusia
mencapai akhlak yang mulia” (al-hadits). Faktor kemuliaan akhlak dalam
pendidikan Islam dinilai sebagai faktor kunci dalam menentukan keberhasilan
pendidikan, yang menurut pandangan Islam berfungsi menyiapkan manusia-manusia
yang mampu menata kehidupan yang sejahtera di dunia dan kehidupan akhirat. Dua
sasaran pokok yang akan dicapai oleh pendidikan Islam tadi, memuat sisi
penting. Bagian ini dipandang sebagai nilai lebih dari pendidikan Islam, nilai
lebih tersebut tersebut bahwa sistem pendidikan Islam dirancang agar dapat
merangkum tujuan hidup manusia, yang pada hakikatnya tunduk pada hakikat
penciptaannya. Ada beberapa tujuan pendidikan Islam yaitu pertama , tujuan
pendidikan Islam itu bersifat fitrah yaitu membimbing perkembangan manusia
sejalan dengan fitrah kejadiannya. Kedua, tujuan pendidikan Islam merentang dua
dimensi yaitu tujuan akhir bagi keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Ketiga,
tujuan pendidikan Islam mengandung nilai-nilai yang bersifat universal yang tak
terbatas oleh ruang lingkup geografis dan paham-paham (isme) tertentu.
Tujuan pendidikan Islam terangkum dalam upaya mengaplikasi yang ada
dalam cita-cita setiap muslim, Seperti dalam firman Allah:
وَمِنْهُمْ
مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kami kesejahteraan hidup di dunia
dan kesejahteraan hidup di akhirat”.
(Qs. Al-Baqarah:201).
C.
Pendidikan Islam berdasarkan pendekatan ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pendekatan
disipliner dan pendekatan fungsioner terhadap masalah-masalah Islam[16].
terhadap masalah aktual, yang pada hakikatnya
merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari pola berpikir rasional,
empiris dan eksperimental yang telah berkembang pada masa jayanya filsafat
dalam Islam. Beredasarkan sejarah perkembangan ilmu didapatkan tiga karateritik
ilmiah dalam pndekatan ilmiah,yaitu :
1.
reductionisme
Pendekatan
yang meruduksi komplektisitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil, sehingga dapatdengan mudah untuk diamati dan diteliti.
2.
repeatabillity
Yaitu
suatu pengetahuan yang disebut ilmu, bila pengetahuan tersebut dapat dicheck
dengan mengulang eksperien atau penelitian yang dilakukan oleh oranglain ditempat
waktu yang berbeda. Sifat ini akan menghasilkan suatu pengetahuan yang bebas
dari subyektifitas, emosi dan kepentingan. Ini didasarkan kepada pemahaman
bahwa ilmu pengetahuan milik umum, sehingga setiap orang yang berkepentingan
harus dapat mengecheck kebenarannya dengan mengulang eksperimen atau penelitian
yang dilakukan.
3.refutation
Sifat
ini mensyaratkan bahwa suatu ilmu memuat informasi yang dapat ditolak
kebenarannya oleh orang lain. Suatu pernyataan bahwa besok mungkin hujan
ataupun tidak, memuat informasi yang tidak layak untuk disebut ilmu, karena
tidak dapat ditolak. Ilmu adalah pengetahuan yang memiliki resiko untuk
ditolak, sehingga ilmu adalah pengetahuan yang dapat berkembang.
Pendekatan
pendidikan Islam berdasarkan pendekatan ilmiah juga dapat dijelaskan [17]pada
QS. Ar-Raad:11:
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ
مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ
اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ
وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ
دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“Baginya
(manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan
dan belakangnya.mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Dan
apabila Allah menghendaki keburukan suatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.
Usaha untuk mengubah keadaan atau
nasib, tidak mungkin bisa terlaksana kalau seseorang tidak dapat memahami
permasalahan-permasalahan aktual yang akan dihadapinya. Pendidikan pada
hakikatnya ialah usaha untuk mengubah dan mengarahkan keadaan atau nasib
tersebut. Dan ini merupakan salah satu problema dalam pokok filsafat pendidikan
Islam dimasa sekarang. Masalah pendidikan adalah masalah manusia yang menurut
ajaran Islam adalah merupakan khalifah Allah yang memiliki potensi-potensi
manusiawi, maka pendekatan filsafat pendidikan islam, haruslah pendekatan yang
melibatkan seluruh aspek dan potensi manusia.[18]
D.
Pendidikan Islam Berdasarkan Pendekatan Sistem
Pendidikan dapat dilihat sebagai
proses bimbingan, yang mempunyai dasar dan tujuan yang terencana dengan jelas.
Keterkaitan antara dasar sebagai landasan, dan tujuan sebagai target yang akan
dicapai, menjadikan proses bimbingan tersebut
terangkum
sebagai rangkaian aktivitas yang terbentuk dalam suatu sistem.[19]
Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan sebagai sistem terangkai oleh berbagai
komponen pendukung yang antara satu sama lain saling mendukung dan saling
menentukan.
Berangkat dari pemahaman ini, maka
pendidikan islam sebagai sebuah sistem akan dilihat dari pendekatan tersebut.
Dalam uraian berikut komponen yang akan dibahas, dibatasi pada dasar dan
tujuan, pendidik, peserta didik, alat pendidikan dan Hal ini mengisyaratkan
bahwa pendidikan sebagai sistem terangkai oleh berbagai komponen pendukung yang
antara satu sama lain saling mendukung dan saling menentukan kurikulum. Dengan
menggunakan filsafat pendidikan Islam sebagai acuan utamanya, maka pembahasan
mengacukepada hakikat pendidik, peserta didik dan hakikat kurikulum dalam
kaitan dengan dasar, tujuan, alat, batas lapangan pendidikan.
Menurut pendekatan filsafat
pendidikan Islam, semua komponen dimaksud terkait dengan nilai-nilai ajaran
Islam. Dengan demikian penempatan komponen dari sistem pendidikan Islam, akan
dikaitkan dengan nilai-niai ajaran tersebut dengan menempatkan hakikat dari
setiap komponen dimaksud sebagai dasar pembahasannya.
Dalam sistem filsafat Islam, pernah
pula berkembang pendekatan yang sifatnya komprehensif dan terpadu, antara
sumber-sumber naqli, aqli dan imani. Sebagaimana yang nampak dikembangkan oleh
Al-Ghazali. Menurut Al-Ghazali, kebenaran yang sebenarnya, yaitu kebenaran yang
diyakininya betul-betul merupakan kebenaran. Kebenaran yang mendatangkan
keamanan bukan kebenaran yang keragu-raguan mencapai kebenaran yang benar-benar
diyakini, harus melalui pengalaman dan
merasakan. Pendekatan ini, lebih mendekati pola berpikir yang empiris dan intuitif.[20]
Pendidikan sistem dibagi menjadi beberapa konsep, yaitu:
a.
Pendidikan dalam Konsep Tarbiyah
Sebagaimana telah dijelaskan diatas
bahwa, konsep tarbiyahdirujuk dari firman Allah. Wahai Tuhanku,
sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil (QS.
Al-Isra : 24)
b.
Pendidikan dalam Konsep Ta’dib
Pengertian pendidikan, selain
termuat dalam tarbiyah juga digunakan konsep ta’dib. Konsep ini merujuk kepada
sabda Rasul Allah SAW. “Aku dididik oleh Tuhanku, maka Ia memberikan kepadaku
sebaik-baik pendidikan” (al-hadits). Naguib al-Attas, tampaknya lebih cenderung
memilih sumber ini sebagai rujukan konsep pendidikan Islam.
c.
Pendidikan dalam Konsep Ta’lim
secara etimologi, ta’lim berkonotasi
pembelajaran, yaitu semacam proses transfer ilmu pengetahuan. Dalam kaitan ini,
ta’lim cenderung dipahami sebagai proses bimbingan yang difokuskan pada aspek
peningkatan intelektualitas peserta didik. Kecenderungan ini pada batas-batas
tertentu, telah menimbulkan keberatan pakar pendidikan untuk memasukan ta’lim
ke dalam pendidikan. Menurut mereka, ta’lim hanya salah satu sisi dari
pendidikan.
KESIMPULAN
Landasan
Pendidikan Islam secara garis besar adalah dasar atau pijakan seorang muslim
untuk mencapai tujuan pendidikan Islam agar mendapat keridhoan Allah dunia wal
akhirat. Landasan Pendidikan Islam ini dibagi menjadi beberapa
landasan-landasan pendukung, diantaranya adalah landasan filosofis Islam,
landasan yuridis Islam, landasan psikologi Islam, landasan sosiologis-budaya
Islam dan landasan lainnya. Indonesia sendiri menerapkan landasan pendidikan
Islam untuk kemajuan pendidikan bangsa seperti yang sudah tercantum dalam UUD
Negara pasal 31 ayat 5. Ruang lingkup landasan pendidikan Islam meliputi
pendidik (subyek) dan perbuatan mendidik, anak didik (obyek), metode pendidikan,
alat-alat pendidikan dan lingkungan pendidikan.berdasarkan pendekatannya,
pendidikan dibagi menjadi dua yaitu, pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah
dan pendidikan berdasarkan pendekatan sistem. Pendidikan Islam berdasarkan
pendekatan ilmiah adalah pendekatan disipliner dan pendekatan fungsioner
terhadap masalah-masalah Islam dan pendidikan Islam berdasarkan pendekatan
sistem adalah pendidikan yang lebih mendekati pola berpikir yang empiris dan intuitif.
DAFTAR PUSTAKA
Abudin Nata, M.A., Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Lugos Wacana
Ilmu,1997
Abudin Nata,M.A. Filsafat Pendidikan Islam.Pamulang:Lugos
Wacana,1999
Al-Qattan, Manna Khalil. Alih Bahasa Muzdakir. Jakarta:PT Pustaka
Antar Nusa,2000
Assegaf, Abd Rachman. Prof. Dr. Filsafat Pendidikan Islam,2011
Hasan, Basri. Landasan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia ,2003
Husein, Machmud. Drs. Filsafat Pendidikan Islam. RajaGravindo
Persada,1996
Ihsan, Hamdani. H , dkk. Filsafat Pendidikan Islam., Bandung: CV
Pustaka Setia,2007
Jalaludin,dkk. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta:RajaGravindo
Persada,1996,
Langgulung, Hasan. Pendidikan Agama Islam,1996
Prof.H. Muzayyin Arifin, M.Ed. , Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara,2003
Ramayulis. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Op Pustaka,2011
[1] Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia.(Bandung:M2s,1996
cet.ke-1 hlm 88)
[2] Hasan Langgulung,1986
[3] Drs. Hasan Basri, M.Ag. Landasan Pendidikan (Bandung;2013
cet.ke1 hal.61-109)
[4]Drs.H. Hamdani Ihsan
[5] Drs. Hasan Bakri, M.Ag. Landasan Pendidikan.Bandung;2013
Cet.ke-1 hal.29)
[6]Ibid. filsafat Pendidikn (Jakarta:,2000,cet.ke-5.hlm.54)
[7] Drs. Hasan Bakri, M.Ag. Landasan Pendidikan.Bandung;2013 Cet.ke-1
hal.29)
[8] Ramayulis,Op,cit, hlm 53
[9] A. Chaerudji Abdul Chalik, Ulum Al-Qur’an(Jakarta:Diadit media,2007,
cet.ke-1 hlm 15)
[10] Manna Khalil Al-Qattan, Ahli Bahasa Mudzakir AS,Studi ilmu-ilmu
Al-Qur’an.(Jakarta:PT Pustaka Litera Antar Nusa,2000, cet.ke-5, hlm.16)
[11]A Chaerudin Abdul Khalik, Ulum Al-Qur’an(Jakarta:media,2007.cet.ke-1
hlm.15)
[13] (Nur Uhbiyati,1997:16)
[16]Prof.Dr. Abd Rachman Assegaf, (PT RajaGravindo Persada
Jakarta,2011.cet.ke-2 hlm.108)
[17] Prof.Dr. Abd. Rachman Assegaf.Filsafat Pendidikan Islam(Jakarta;2011 Cet.ke-2)
[18]Dra. Zuharini, dkk.Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta;1991
hal.131-134)
[19]Drs.Machnun Husein. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta;1996 Cet.ke-6)
[20]Drs. H. Abudin Nata, M.A. Filsafat Pendidikan Islam (Pamulang;1999
Cet.ke-2)
MAKASIH
BalasHapusterimakasih banyak,
BalasHapus